UJI INVITRO DAYA HAMBAT CENDAWAN ENDOFIT ASAL TUMBUHAN RAMBUSA (Passiflora foetida) SEBAGAI AGENS PENGENDALI HAYATI PENYAKIT LAYU FUSARIUM

  • Nur Hidayat Politeknik Pertanian Negeri Samarinda
  • Arini Rajab Politeknik Pertanian Negeri Samarinda
  • Mudi La Politeknik Pertanian Negeri Samarinda
Keywords: Agens biokontrol, daya hambat, fusarium sp, rhizopus sp

Abstract

Cendawan endofit berperanan penting dalam pengendalian penyakit Fusarium sp. dan bersifat ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji cendawan endofit asal tumbuhan rambusa sebagai agens pengendali hayati penyakit Fusarium sp. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, pada bulan April sampai Juni 2021. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 2 perlakuan yaitu cendawan endofit asal daun dan batang yang diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 10 unit percobaan. Data hasil pengamatan ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat cendawan endofit yang diisolasi dari batang dan daun mampu menghambat cendawan Fusarium sp. Hal ini menunjukkan bahwa cendawan endofit yang diisolasi memberikan hasil yang sama dalam mengendalikan penyakit Fusarium sp. Hasil penelitian daya hambat tertinggi diperoleh pada isolat yang diisolasi dari daun yaitu sebesar 55,27% pada pengujian hari ketujuh, bila dibandingkan dengan isolat cendawan endofit yang diisolasi dari batang yaitu sebesar 52,64%. Berdasarkan hal kemampuan daya hambat tersebut maka isolat cendawan endofit yang diisolasi dari batang dan daun berpotensi digunakan sebagai agens pengendali hayati Fusarium sp.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afriani, A., M. Heviyanti, dan F. S. Harahap. (2019). Efektivitas Gliocladium virens untuk mengendalikan penyakit Fusarium oxysporum F. sp. capsici pada tanaman cabai. Jurnal Pertanian Tropik, 6(3): 403-411.

Amaria, W., T. Efi, & H. Rita. (2013). Seleksi dan identifikasi jamur antagonis sebagai agens hayati jamur Rigidoporus microporus pada tanaman karet. Journal of Industrial and Beverage Crops, 4(1): 20-31. doi:http://dx.doi.org/10.21082/jtidp.v4n1.2013.p.

Andrade-Linares D. R., P. Franken. (2013). Fungal endophytes in plant roots: taxonomy, colonization patterns, and functions. in: Aroca R. (eds) symbiotic endophytes. Soil Biology, Vol 37. Springer, Berlin, Heidelberg. https://doi.org/10.1007/978-3-642-39317-4_16.

Basri1, M. H., L. Zulkifli dan A. Syukur. (2021). Isolation of endophytic fungi from Vitex trifolia L. and antagonism test against Sclerotium rolfsii and pathogenic bacteria. Jurnal Biologi Tropis, 21(1): 72–80. DOI: http://dx.doi.org/10.29303/jbt.v21i1.2340.

Combe`s, A., I. Ndoye, C. Bance, J. Bruzaud, C. Djediat. (2012). Chemical communication between the endophytic fungus paraconiothyrium variabile and the phytopathogen Fusarium oxysporum. PLoS ONE, 7(10): e47313. doi:10.1371/journal.pone.0047313.

de Lamo, F. J. and F. L. W. Takken. (2020). Biocontrol by Fusarium oxysporum using endophyte-mediated resistance. Front. Plant Sci. 11: 37. Doi: 10.3389/fpls.2020.00037.

Essarioui, A., N. LeBlanc, H. C. Kistler. (2017). Plant community richness mediates inhibitory interactions and resource competition between Streptomyces and Fusarium populaions in the rhizosphere. Microb Ecol., 74: 157–167. https://doi.org/10.1007/s00248-016-0907-5.

Fitriani, M. L., S. Wiyono and M. S. Sinaga. (2019). Potensi kolonisasi mikoriza arbuskular dan cendawan endofit untuk pengendalian layu fusarium pada bawang merah. Jurnal Fitopalogi Indonesia, 15(6): 228-238. DOI: 10.14692/jfi.15.6.228–238.

Huda, N., W. Imaningsih, S. S. Hakim. (2019). Uji antagonisme kapang endofit tanaman galam (Melaleuca cajuputi) terhadap Colletotrichum truncatum. Jurnal Mikologi Indonesia, 3(2): 59-74.

Izzatinnisa, U. Utami, dan A. Mujahidin. (2020). Uji antagonisme beberapa fungi endofit pada tanaman kentang terhadap Fusarium oxysporum secara in vitro. Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya, 2(1): 18-25.

Lestari, W. (2017). Isolasi dan Uji antifungal bakteri endofit dari akar tanaman karet (Hevea brasilliensis). Simbiosa, 6(1): 48-56.

Liswarni, Y., Nurbailis dan M. Busniah. (2018). Eksplorasi cendawan endofit dan potensinya untuk pengendalian Phytophthora palmivora penyebab penyakit busuk buah kakao. Pros Sem. Nas. Masy. Biodiv. Indon., 4(2): 231-235. DOI: 10.13057/psnmbi/m040223.

Nuraini, F. R., R. Setyaningsih, and A. Susilowati. (2017). Screening and characterization of endophytic fungi as antagonistic agents toward Fusarium oxysporum on eggplant (Solanum melongena). Biodiversitas, 18(4): 1377-1384. DOI: 10.13057/biodiv/d180413.

Ortiz-Ojeda, C. P., S. L. de Andrade and R. E. L. Procópio. (2020). Antifungal activity of endophytic microorganisms isolated from Acmella ciliata (Asteraceae). Genetics and Molecular Research, 19 (2): gmr18570.

Rizali, A., Aziza, N. L., Sari N. dan Irsalina S. (2021). Potensi cendawan endofit dari bunga bawang dayak dalam menekan patogen Fusarium spp. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, 6(1). e-ISSN: 2623-1980.

Rusae, A., B. Metboki dan B. Atini. (2018). Kemampuan antagonis cendawan endofit terhadap Rhizoctonia sp. penyebab penyakit busuk akar tanaman sorgum (Sorghum bicolor L.) secara in vitro. Jurnal Metamorfosa, V(2): 198-204. ISSN: 2302-5697.

Saleh, N. (2004). Strategi pengendalian penyakit tanaman kedelai. Bul. Palawija, 7(8): 51-60.

Sari, W. dan E. Setiawanto. (2015). Potensi cendawan rizosfer pisang sebagai agen hayati terhadap cendawan Fusarium oxysporum f.sp cubense penyebab penyakit layu pada pisang. Jurnal Agroscience, 5(2): 37-42.

Sopialena, Suyadi, D. Tantiana dan A. N. Fauzi. (2020). Efektivitas cendawan endofit sebagai pengendali penyakit blast pada tanaman padi (Oryza sativa). Jurnal Agrifor, 14(2): 355-366.

Sriwanti, R., B. P. W. Sukarno, L. Hakim, dan S. Anjani. (2015). Uji potensi cendawan endofit asal tanaman pala dan potensinya sebagai agen hayati cendawan patogen. Prosiding Seminar Nasional dan Konggres XXIII Perhimpunan Fitopalogi Indonesia. Bekasi 11-13 November 2015.

Suciatmih, Yuliar and D. Supriyati. (2011). Isolasi, identifikasi, dan skrining jamur endofit penghasil agen biokontrol dari tanaman di lahan pertanian dan hutan penunjang gunung salak. J. Tek. Ling., 12(2): 171-186. ISSN 1441-318X.

Sudantha, I. M. dan A. L. Abadi. (2007). Identifikasi jamur endofit dan mekanisme antagonismenya terhadap jamur Fusarium oxysporum f. sp. vanillae pada tanaman vanili. Agroteksos, 17(1): 23-38.

Sudewi, S., A. Ala, Baharuddin dan M. Farid. (2020). Keragaman organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman padi varietas unggul baru (vub) dan varietas lokal pada percobaan semi lapangan. Jurnal Agrikultura, 31(1): 15-24.

Sukapiring, D. N., B. P. W. Soekarno dan T. S. Yuliani. (2016). Potensi metabolit sekunder cendawan endofit tanaman cabai sebagai penghambat Fusarium sp. patogen asal biji secara in vitro. Jurnal Fitopalogi Indonesia, 12(1): 1-8. DOI: 10.14692/jfi.12.1.1.

Suniti, N. W. dan I. M. Sudarma. (2016). Uji daya hambat jamur endofit dan eksofit dalam menekan pertumbuhan Fusarium oxysporum f.sp. vanillae penyebab busuk batang panili secara in vitro. Agrotrop, 6(2): 137–145.

Susanti, A., N. Afifah & R. Febrianti. (2021). Penekanan jamur endofit terhadap patogen pada tanaman jambu bol gondang manis. Journal Viabel Pertanian, 15(1): 1-15.

Suswanto, I., C. J. K. Simamora dan D. Anggorowati. (2018). Penggunaan cendawan endofit sebagai agens pengendali hayati pada lada (Piper nigrum L.). Jurnal Agroqua, 16(2): 143-151.

Suwardani, N. W., Purnomowati, E. T. Sucianto. (2014). Kajian penyakit yang disebabkan oleh cendawan pada tanaman cabai merah (Capsicum annum L.) di pertanaman rakyat Kabupaten Brebes. Scripta Biologica, 1(3): 223-226. HTTPS://DOI.ORG/10.20884/1.SB.2014.1.3.554.

Toghueo, R. M. K. (2020). Bioprospecting endophytic fungi from fusarium genus as sources of bioactive metabolites. Mycology, 11(1): 1–21. https://doi.org/10.1080/21501203.2019.1645053.

Tumangger, B. S., N. Baiduri, F. Nadila, Fitriani dan V. Mardina. (2018). Uji potensi cendawan endofit asal mangrove sebagai bioprotektan terhadap patogen Fusarium sp. pada tanaman padi hitam (Oryza sativa L “Cempo Ireng”) secara in vitro. Jurnal Jeumpa, 5(1): 45-49.

Wahyuni, S. dan N. Noviani. (2019). Isolasi jamur endofit dan uji penghambatan dengan jamur patogen Fusarium oxysporum sebagai agen pengendali hayati pada tanaman kedelai secara invitro. Prosiding Seminar Nasional & Exspo Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 2019: 712-719.

Wei, F., Y. Zhang, Y. Shi, H. Feng, L. Zhao, Z. Feng and H. Zhu. (2019). Evaluation of the biocontrol potential of endophytic fungus Fusarium solani CEF559 against Verticillium dahliae in Cotton Plant. Hindawi BioMed Research International, Volume 2019, Article ID 3187943, 12 p. https://doi.org/10.1155/2019/3187943.

Published
2021-12-28
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)