PENGARUH WAKTU TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH YANG DITUMPANGSARIKAN DENGAN TANAMAN JAGUNG MANIS

  • Aris Aksarah Universitas Alkhairaat
  • Hasmari Noer Universitas Alkhairaat
  • Dewi Mitrayani Universitas Alkhairaat
  • Idris Universitas Alkhairaat
Keywords: waktu tanam, tumpangsari, jagung manis, kacang tanah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui waktu tanam yang tepat agar diperoleh hasil kacang tanah yang optimal pada sistem tumpangsari dengan tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Pertanian Kelurahan Petobo Kelurahan Palu Selatan Kota Palu Sulawesi Tengah selama 3 bulan yang dimulai dari bulan September hingga Nopember 2017. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, dengan pengelompokan berdasarkan sumber air. Adapun perlakuan yang dicobakan adalah waktu tanam sistem tumpangsari (TS) yaitu sebagai berikut :  TS0 = Jagung manis ditanam bersamaan kacang tanah; TS1 = Jagung manis ditanam 2 MST kacang tanah; TS2 = Jagung manis ditanam 4 MST kacang tanah; TS3 = Monokultur jagung manis. Masing-masing perlakuan terdiri atas 3 ulangan sehingga terdapat 12 petak satuan percobaan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan waktu tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 4 MST dan jumlah cabang 6 dan 8 MST dan berpengaruh tidak nyata terhadap hasil tanaman kacang tanah pada sistem tumpangsari dengan jagung manis. Waktu tanam yang lebih baik untuk mendapatkan produksi kacang tanah, ditanam 4 MST lebih awal daripada jagung manis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmed, F., T. Haraguchi, O. Hirota and M.A. Rahman. 2000. Growth analysis yield and canopystructure in maize-mungbean intercropping. Bull. Inst. Trop. Agr. Kyushu Univ, 23:61–69.
Arma M.J., U.Fermin dan L. Sabaruddin, 2013. Pertumbuhan dan Produksi Jagung (Zea mays L.) dan Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) melalui Pemberian Nutrisi Organik dan Waktu Tanam dalam Sistem Tumpangsari. J. Agroteknos 3(1): 1-7
Buhaira, 2007. Respon Kacang Tanah (Arachis hypogeae, L) dan Jagung (Zea mays, L) terhadap beberapa Pengaturan Tanam Jagung pada Sistem Tanam Tumpangsari. J. Agron. 11(1) : 41 – 46.
Fininsa, C. 1997. Effects of planting pattern, relative planting date and intra-row spacing on a haricot bean/maize intercrop. African Crop Science, 5(l): 15–22.
Jumin 2002. Agronomi. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Khalil, M. 2000. Penentuan Waktu Tanam Kacang Tanah Dan Dosis Pupuk Posfat Terhadap Pertumbuhan, Hasil Kacang Tanah Dan Jagung Dalam Sistem Tumpang Sari. Agrista. Vol 4, no 3 : 259-265.
Marthiana, M dan Justika S.B.1982. Pengaruh Perbedaan Waktu Tanam Jagung pada Sistem Tumpangsari dengan Kacang Kedelai terhadap Hasil Dan Komponen Hasil Kedua Tanaman. Buletin Agronomi. Vol XIII, no 1 : 34 - 44.
Murcado, B.L., 1979. Introduction to WeedSci. Searca Published Laguna, Phil.
Nulhakim, L., dan M. Hatta, 2008. Pengaruh Varietas Kacang Tanah dan Waktu Tanam Jagung Manis terhadap Pertumbuhan dan Hasil pada Sistem Tumpangsari. J.Floratek 3(1): 19-25
Prasetyo, Sukardjo, E. I., Pujiwati, H., 2009. Produktivitas Lahan dan NKL pada Tumpangsari Jarak Pagar dengan Tanaman pangan. J. Akta Agrosia Vo. 12 (1): 51 – 55.
Sabaruddin L, Y. Koesmaryono, H. Pawitan dan M.M.H. Bintoro. 2004. Efisiensi Penggunaan Radiasi Surya dalam Sistem Tumpangsari Jagung Dengan Kacang Tanah Di Lahan Beriklim Kering. Agriplus, 14(1): 6–12
Sarjoni, 2013. Pengaruh Bahan Organik dan Waktu Tanam pada Hasil Tumpangsari Jagung dan Kacang Tanah. Widyariset 16(3); 457-466
Tisdale, S.L. and W.L. Nelson. 1975. Soil Fertility and Fertiliziers. Macmillan
Publishing Co. New York.
Warsana. 2009. Introduksi Teknologi Tumpangsari Jagung dan Kacang Tanah. SinarTani, Yogyakarta.
Warsoko, W., Suharto, P., Hesti Rahayu HS., 1987. Agronomi Tanaman Semusim Departemen Kebudayaan Republik Indonesia. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Published
2022-06-29
Section
Articles